Sekolah sudah mulai aktif sejak 10 hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 januari. Namun, KBM tidak langsung aktif, ditunda sampai 4 januari (tidak seperti biasanya yang langsung aktif).
Ada yang lain pagi itu,benar-benar beda dan diluar dugaan saya pribadi. Suasananya begitu berbeda, pagi yang seharusnya sejuk, segar, bersemangat kini berubah menjadi pagi yang mengecewakan. Padahal hari itu hari pertama kembali ke sekolah setelah libur satu pekan yang cukup singkat itu. Ya, saya kecewa dengan suasana pagi itu dan mungkin seterusnya akan kecewa. Fakta baru yang saya temukan pagi itu, ternyata bukan hutan saja yang bisa gundul, sekolah juga bisa ternyata. Ya, sekolahku gundul!
Dua pohon ketapang besar di pekarangan depan sekolahku secara sengaja ditebang, padahal kedua pohon ini sudah beberapa tahun terakhir menjadi atap parkiran sepeda motor sisiwa (meskipun tempat parkir tersedia, kedua pohon ini tetap menjadi pilihan). Entahlah, kami tidak tahu pasti alasan sekolah menebang kedua pohon ini. Namun, saya pribadi berpikir, ini adalah tindakan yang arogan. Tidak seharusnya kedua pohon in ditebag. Selain karena motor-motor tidak ada tempat buat berteduhnya, hilangnya kedua pohon ini juga memberi efek negatif terhadap kelas diatas (diantaranya ada kelas IBLIS, PADUKA dan PALAPA). Mengapa tidak, setelah kedua pohon tersebut ditebang, suasana kelas mereka terasa panas, keluh mereka.

status FB kakak kelas tentang pohon yang di tebang itu

Lain lagi halnya dari keluhan tersebut, yang membuat tindakan ini arogan ialah kita bisa lihat dari fakta saat sekaran. We can see, banyak aksi, banyak cara, banyak usaha manusia di muka bumi ini lakukan guna mencegah efek Global Warming, salah satunya ya menanam pohon. Tapi apa? Yang dilakukan sekolahku malah berbanding terbalik, mereka menebang pohon, meskipun itu hanya dua pohon saja, namun itu sangat berarti bagi kehidupan.
Yah, setelah pohon ini ditebang, sekolahku GUNDUL Saudara~!!!!!!!!!!!!!!!!

Ini dia, sekolahku sekarang.😦

ma’af, saya nggak mengabadikan moment  sebelum pohon ini ditebang, karena siapa yang mengira sebelumnya  kalau puhon ini akan ditebang.

Laboratorium Fisika, SMANSADOM
PKL. 10.45 Witeng.

"sao", Satpam sekolah kami mau ikut eksiss..:)