Kembali kekusutan tercipta,

Tak seharusnya sesering ini,

Namun, seiring berjalannya roda sang Raja,

Ini yang kesekian kalinya,

Dia kembali merasa sepi,

Tanpa angan serta cerita,

Namun, tersirat ingin di dalam kalbu.

Ada angan begitupun cerita,

Apalagi ingin.

Tapi, itu untuk yang dulu.

Sekarang?

Sudahlah….

Ini hanyalah peran,

dalam sandiwara yang tengah di jalankannya.

Kini,

Tak ada lagi cerita bersama,

Tawa bersama,

Kebahagiaan bersama,

Perjalanan bersama,

Sapa,

Senyum,

Ucapan kalimat itu,

Dan masih banyak lagi,

Semua itu kini Sudah tak ada lagi,

Kini,

Hanyalah Bisu yang berbicara,

Musim kemaraupun seakan menjadi saksi,

Dingin di tengah malampun ikut menusuk,

Hati yang tengah tertinggal.

Kini,

Dia hanya dapat berdoa,

Untuk dirinya dan untuk seorang disana,

Yang tengah merasakan hal yang sama,

Sungguh, dia tulus mencintainya.

“y Robb, jangan buatku melupakannya,

namun buatku kuat melewati ini. Y Robb,, jangan biarkan ia hilang dalam pikiranku,

namun buatku terus mencintainya, melihat bahgianya, melihat senyum tawanya, karena sesungguhnya, bahagiaku ada padanya. y Robb,, kuatkan hati kedua hambamu ini. Amin, amin, amin”

Untuknya,

Yang tengah dalam kegalauan.