Pendidikan di dunia ini sangatlah penting, yang dimana pendidikan telah menjadi tolok ukur seseorang atau kelompok dalam menentukan potensi yang ada dalam diri individu. Oleh karena itulah pemerintah Indonesia sendiri  telah mencanangkan banyak program yang mengarah kearah pendidikan yang mana outputnya nanti ialah dapat meningkatkan kesadaran dalam berpendidikan. Baik itu pendidikan formal maupun nonformal. Yang mana kebijakan ini tidak pandang bulu, karena pemerintah dan masyarakat beranggapan bahwa pendidikan untuk kita semua, yang mana pendidikan itu dari kita dan untuk kita sendiri pula akhirnya. Disini kita telah mengetahui dan menyadari secara tidak lansung betapa pentingnya pendidikan itu.

Tapi ingat, pendidkan yang di maksud bukanlah hanya pendidikan yang ada di sekolah, pendidikan di luar sekolahpun bisa di jadikan acuan bagi seseorang untuk belajar, kita sebut saja eskul, sehingga mereka dapat mengetahui apa yang tidak di ketahui sebelumnya. Banyak orang sukses mengatakan dan beranggapan bahwa eskul  sangatlah berperan dalan perjalanan pendidikan mereka. Di eskul, kita banyak mendapatkan pengetahuan yang belum tentu pengetahuan itu kita dapatkan di sekolah kita. Kadang eskul  jaga di jadikan ajang  kompetisi di kalangan pelajar maupun mahasiswa. Dan sering kail kita lebih merasa nyaman belajar di sini di banding di sekolah. Adapun eskul-eskul ini antara lain: PRAMUKA, PMR, PASKIBRAKA, PII, BESTRA dll. Ikut organisasipun salah satu dari eskul.

Seperti kita ketahui bersama, eskul adalah kegiatan yang di lakukan di luar jam sekolah. Lalu timbul pertanyaan yang seperti ini, “berarti, yang bersekolah saja yang dapat mendapatkan pendidikan yang seperti itu,,???????” jawabanya, “tidak”. Kenapa????? Memang tidak bisa di pungkiri bahwa di Indonesia ini masih banyak teman-teman kita yang tidak bersekolah yang salah satu kendalanya adalah biaya. Namun, pemerintah telah mempunyai program khusus untuk hal ini,seperti BOS yaitu dana bantuan untuk SD & SLTA sehingga mereka bisa mengenyam pendidikan yang layak.  Biasanya di daerah terpecil atau desa-desa juga terdapat Rumah Singgah yaitu semacam tempat untuk anak-anak berkumpul sekedar bercengkrama dengan teman-temen sekampung yang di pimpin oleh satu orang dewasa yang mereKa anggap guru bagi mereka. Rumah Singgah juga bisa di sebut Sanggar karena di sini mereka bisa mengasah bakat mereka seperti mengarang, membaca puisi, melukis dan lainnya. Tidak jarang banyak di temukan bakat-bakat terpendam di tempat ini. Dengan cara seperti itulah anak-anak desa mengenyam kegiatan pendidikan nonformal mereka.

Disini, kita kembali menyadari,betapa pentingnya pendidikan bagi kita. Dan kita kembali tahu PENDIDIKAN UNTUK KITA SEMUA baik itu formal maupun non formal. Maka dari itu, kita sebagai pelajar haruslah berperan aktif dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia dan mempergunakan baik-baik kebijakan yang telah di berikan kepada kita.