Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Hollaa~

buat temen-temen sekalian yang mau buat kalender sendiri. ini tak kasi linknya, kalian tinggal download dan edit kalender-kalender yang sudah ada. semoga bermanfaat.🙂

calender from microsoft

Tugas TIK, Referensinya dari Internet juga. semoga bisa membantu teman-teman dalam mengerjakan tugas.🙂

Fungsi Menu Toolbar pada Microsoft Excel 2007

Dingin!
Ah… tidak!
panas?
ah.. biasa saja.
apapun itu, ku tak peduli
yang ku peduli,
hanya rinduKu…

rumus-rumus tlah membanjiriku hari ini
pagi tadi “Momen Inersia”,
siang ini “Asam dan Basa”,
esok apalagi?
ku tak tahu, dan
ku tak peduli,
yang ku peduli,
hanya rinduKu…

sana sini terdengar keluh,
mereka ingin pulang,
akupun jua,
namun,
penentu belum berdentang,
lagi,
ku tak peduli,
yang ku peduli,
hanya rinduKu.

ku peduli,
namun tak pada semua,
ku tak peduli,
karena semua tak sama,
“hanya rinduKu. ku peduli”

 

ditulis di lab. Fisika SMANSADOM (kelas sementaraku)
12:26 pm

Sekolah sudah mulai aktif sejak 10 hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 januari. Namun, KBM tidak langsung aktif, ditunda sampai 4 januari (tidak seperti biasanya yang langsung aktif).
Ada yang lain pagi itu,benar-benar beda dan diluar dugaan saya pribadi. Suasananya begitu berbeda, pagi yang seharusnya sejuk, segar, bersemangat kini berubah menjadi pagi yang mengecewakan. Padahal hari itu hari pertama kembali ke sekolah setelah libur satu pekan yang cukup singkat itu. Ya, saya kecewa dengan suasana pagi itu dan mungkin seterusnya akan kecewa. Fakta baru yang saya temukan pagi itu, ternyata bukan hutan saja yang bisa gundul, sekolah juga bisa ternyata. Ya, sekolahku gundul!
Dua pohon ketapang besar di pekarangan depan sekolahku secara sengaja ditebang, padahal kedua pohon ini sudah beberapa tahun terakhir menjadi atap parkiran sepeda motor sisiwa (meskipun tempat parkir tersedia, kedua pohon ini tetap menjadi pilihan). Entahlah, kami tidak tahu pasti alasan sekolah menebang kedua pohon ini. Namun, saya pribadi berpikir, ini adalah tindakan yang arogan. Tidak seharusnya kedua pohon in ditebag. Selain karena motor-motor tidak ada tempat buat berteduhnya, hilangnya kedua pohon ini juga memberi efek negatif terhadap kelas diatas (diantaranya ada kelas IBLIS, PADUKA dan PALAPA). Mengapa tidak, setelah kedua pohon tersebut ditebang, suasana kelas mereka terasa panas, keluh mereka.

status FB kakak kelas tentang pohon yang di tebang itu

Lain lagi halnya dari keluhan tersebut, yang membuat tindakan ini arogan ialah kita bisa lihat dari fakta saat sekaran. We can see, banyak aksi, banyak cara, banyak usaha manusia di muka bumi ini lakukan guna mencegah efek Global Warming, salah satunya ya menanam pohon. Tapi apa? Yang dilakukan sekolahku malah berbanding terbalik, mereka menebang pohon, meskipun itu hanya dua pohon saja, namun itu sangat berarti bagi kehidupan.
Yah, setelah pohon ini ditebang, sekolahku GUNDUL Saudara~!!!!!!!!!!!!!!!!

Ini dia, sekolahku sekarang.😦

ma’af, saya nggak mengabadikan moment  sebelum pohon ini ditebang, karena siapa yang mengira sebelumnya  kalau puhon ini akan ditebang.

Laboratorium Fisika, SMANSADOM
PKL. 10.45 Witeng.

"sao", Satpam sekolah kami mau ikut eksiss..:)

Hari sudah beranjak petang, pukul 16.35 saya menerima pesan dari seorang kerabat, tante Nia namanya. Yah, ajakan ke Padende, konon katanya disana ada dua pohon Durian yang siap untuk di lahap.😀
Siapa yang tidak menolak ajakan ini. +/- pkl 16.55 kami bertiga, saya sendiri, tante Nia dan om Teguh berangkat. Untunglah, cuaca sore itu bersahabat. Jalanan basah karena hujan menambah segarnya hijau pegunungan sore itu.
Padende adalah sebuah tempat (kurang tahu desa/apa) yang terletak diwilayah kabupaten Bima. Yang dibagi menjadi bebrapa dusun. Letaknya cukup jauh dari jalan raya utama, bagi kalian yang mau kesana, dari Dompu menuju perbatasan Bima-Dompu, belok kiri saja dan ikuti jalan tersebut sampai ujung😀. Tempat ini cukup tinggi, yah beberapa ratus MDPL-lah. Oleh karenanya, tempat ini cukup dingin. Masyarakat sekitar memanfaatkan tenaga sang surya untuk listriknya, karena aliran listrik dari pemerintah belum mengalir. (unik yak…)
Baiklah, kembali diperjalanan menuju Padende. Dari Dompu menuju tempat ini jalannya menanjak guys, tentu saja pulangnya menurun. Sepanjang perjalanan kalian bakal temuin beberapa kebun Jati, Jagung, dll. Hmm, lebar jalannya kira-kira 3-4 meter dan sudah diaspal. (lumayanlah).
Singkat cerita kamipun sampai di dua pohon Durian ini berpijak, dimana hanya ada satu rumah dan satu gudang (entahlah itu gudang apa) yang ada disitu, karena kebetulan tempat Durian tersebut jauh dari pemukiman warga. Namun sayang 1001 sayang, yang empunya Durian tidak ada ditempat. Sangat disayangkan guys, padahal tujuan utama kami ini dan kami sudah menyiapkan ancang-ancang untuk melahan Durian ini. (kecewa kamikecewa~). Apa boleh buat, kami hanya bisa mendongak keatas pohon dan membayangkan betapa nikmatnya Durian ini. Hmmm~ Hungry..!!!
Baiklah, dengan sedikit kekecewaan kami meninggalkan tempat Durian tersebut berpijak dan melanjutkan perjalanan menuju “Uma Lengge” agar perjalanan ini tidak terkesan nihil/sia-sia, kebetulan saya juga belum pernah kemari, dan dengan baik hatinya kedua kerabat ini mengajak saya kemari.. 
Singkat cerita lagi, kamipun tiba di “Uma Lengge” (pengertiannya ada, tapi saya malas nulis, GOOGLING sajalah). :p
Yah, sebuah rumah kecil, yang ada bagian atas dan bawahnya (+/- itu deskripsinya), haha. Konon ini “Uma Lengge” dibuat oleh orang bali. Uma ini sepertinya berguna buat duduk, kumpul bersama tetangga untuk membicarakan/mendiskusikan sesuatu. Dan pada akhirnya kanera dikeluarkan untuk mengambil sekedar 1 atau 2 foto. Cukup lama kami memandang Uma ini, karena hari yang mulai gelap hingga kami memutuskan untuk kembali pulang.

baiklah ini dia uma lenggenya

"uma lengge"

Wah~ ada Matahari terbenam dan itu keren! Dad diluar dugaan kami, entah karena licinnya jalan pada saat itu, ban motor sedikit tergelincir hingga kamipun terjatuh.  untungnya tidak apa-apa. *Alhamdulillah~
Ya,, gara-gara pesona sunset diufuk barat, saya dan tante Nia terjatuh dari motor (ma’af ya tan~). Untungnya tidak ada yang cedera baik kami maupun motor. 
Next, lanjut perjalanan pulang, rasanya saying kalau pesona sunset ini tidak diabadikan. Finally, kami berlabuh pada sebuah bukit kecil dan hendak meningglkan jejak foto. Kerenlah~ backgroundnya sunset, modelnyapun bukan model biasa, yang foto juga~😀
Dan pulang~
Sebelum kembali langsung kerumah, “kecamatan tengah” rasanya tak bisa lagi berkompromi. Dan kembali dengan baik hatinya tnate Nia mengajak kami makan di salah satu rumah makan di Dompu. Hingga akhirnya saya sampai di rumah dengan selamat pkl 20.00.
Terimakasih bayarannya tante (tenang~ tante pasti bayar) dan terima kasih foto-fotonya om Teguh (tenang~ om pasti foto). Haha~

dan ini beberapa foto diatas bukit itu:

With Tania..🙂

Nice silhouette

silhouette

Tiada hari yang kurasakan sempurna,
Semua hanyalah keharusan,
Sejak kau tak disini,
Hanya kekuatan ini yang meyakinkan.
Entahlah,
Kapan sebuah kebebasan yang hakiki itu akan kembali,
Kurasa,
Ini bukan cobaan,
Tapi ini adalah hukuman,
Dan kupikir,
Aku tak cukup tangguh untuk melewati semua ini,
Namun hanya kekuatan ini,
Yang meyakinkan.
Bisikkan untuk memberontakpun tak terelakkan lagi,
Aku tak bisa,
Tak bisa untuk terlalu muak,
Pada keadaan,
Yang tak seharusnya seperti ini,
Karena di balik itu,
Masih ada kekuatan yang meyakinkan,
Bahwa ini hanya angin,
Yang hanya sekejap ingin menyapa.